Kehamilan menjadi berkah tersendiri bagi pada Pasutri (Pasangan Suami Istri), apalagi bagi yang sudah “kebelet” untuk memiliki dedek bayi yang lucu-lucu. Namun, pada umumnya Calon Ibu yang baru pertama kali mengalami kehamilan belum mengetahui tentang beberapa Tanda Awal Kehamilan Setelah Berhubungan Badan, terutama pada waktu janin masih berumur sekitar 1 – 3 Minggu. Tujuan mengetahuinya lebih dini adalah untuk memastikan Istri (Calon Ibu) agar tidak melakukan hal-hal yang beresiko kepada Janin. Karena itulah, tespek.com pada kesempatan kali ini akan membahas beberapa tanda-tanda awal kehamilan tersebut.


-          Munculnya Bercak Darah

Tanda awal kehamilan yang pertama adalah munculnya bercak darah, namun berbeda dengan darah haid pada umumnya.  Perbedaannya adalah pada waktu keluar, dan warna darah yang keluar.

Jika darah muncul sebelum waktu haid (terpaut 7 – 10 hari), kemudian warna darah tersebut adalah merah segar, bisa dipastikan bahwa darah tersebut bukanlah darah haid. Sehingga, anda harus segera memeriksakan kondisi anda baik secara pribadi dengan tespek, ataupun dengan periksa ke bidan terdekat.

-          Cepat  Lelah, Sering Mengantuk, dan Pusing

Pada saat proses implantasi terjadi, tubuh seorang wanita akan mengalami tekanan yang lebih besar karena sirkulasi darahnya menjadi lebih lancar daripada biasanya.  Melakukan kebiasaan sehari-hari menjadi terlalu berat, kondisi tubuh cepat lelah, dan seringkali mengantuk secara tiba-tiba.

Kadang-kadang tanda lainnya adalah sering mengalami pusing. Hal ini terjadi akibat sebagian darah akan diproses oleh Janin, sehingga tekanan darah dari Calon Ibu akan lebih rendah daripada biasanya.

Kondisi seperti ini adalah normal, sehingga anda tidak perlu cemas karena akan berangsur-angsur membaik seiring dengan pertumbuhan janin dan penyesuaian tubuh anda.

-          Perubahan Mood Secara Tiba-Tiba

Tanda berikutnya adalah tanda secara psikis (mental). Artinya, proses kehamilan akan memicu sirkulasi darah, sehingga mood yang dimiliki wanita (calon ibu) seringkali naik turun. Kadang setelah merasa bahagia, langsung berubah drastis menjadi rasa sedih. Jika suami peka, maka perubahan seperti ini tidaklah normal, dan anda harus sigap untuk segera memeriksakan kondisi sang istri.