Kulit bayi masih cenderung tipis dan halus sehingga sensitif dan rentan mengalami masalah kulit. Anda perlu melalukan perawatan yang ekstra hati-hati pada kulit bayi. Salah satunya dalam penggunaan produk sabun yang akan selalu digunakan bayi saat mandi. Berikut ini kriteria sabun bayi yang aman tanpa alergi untuk digunakan.


1.      Kandungan pH Normal

Sabun bayi yang aman memiliki pH yang seimbang dengan kulit bayi. Kandungan pH yang seimbang ini berfungsi untuk membantu menjaga kesehatan lapisan kulit bayi. Kadar  pH pada kulit bayi yaitu sebesar 5,5 dan pH sabun yang aman memiliki ukuran pH yang sama.

2.      Hypoallergenic

Keterangan hypoallergenic pada produk sabun bayi sangatlah penting karena ini mengartikan bahwa sabun tidak menyebabkan iritasi dan alergi pada kulit. Sabun dengan hypoallergenic akan bebas dari kandungan alkohol yang berisiko bagi kulit bayi Anda. Kandungan alkohol yang biasa digunakan pada produk sabun yaitu ethanol, ethyl alcohol, dan cetearyl alcohol.

Serta tidak mengandungkan pewangi yang berbahaya untuk digunakan pada kulit bayi. Biasanya produk sabun hypoallergenic akan setara dengan produk sabun yang telah teruji secara klinis atau pun secara dermatology.

3.      Bebas Paraben

Paraben adalah zat kimia berbahaya yang digunakan sebagai pengawet untuk mencegah kerusakan pada produk karena terkontaminasi jamur. Jenis paraben yang sering digunakan yaitu methyparaben, propil, dan butylparaben yang dapat meningkatkan risiko penyakit kanker.

Jenis zat kimia berbahaya sejenis paraben yaitu phthalate dan formaldehida. Anda dapat menghindari kandungan ini dengan melihat komposisi pada produk atau membeli sabun bayi yang bertuliskan bebas BPA.  

Anda bisa mendapatkan produk sabun yang aman untuk bayi ini di toko perlengkapan bayi Orami. Anda dapat membelinya dengan harga diskon lebaran 2018 yang memberikan potongan hingga 30% sesuai ketentuan yang berlaku pada masing-masing produk.

4.      Hindari Label Antibakteri

Anda perlu mengetahui bahwa produk dengan label antibakteri ini akan memberikan risiko terjadinya iritasi kulit pada bayi. Kulit bayi akan menjadi kering saat menggunakan sabun antibakteri atau anti mikroba. Meskipun kandungan ini jarang digunakan pada sabun, Anda tetap harus hati-hati saat membelinya.

5.      Mengandung Gliserin

Kandungan gliserin pada sabun bayi berfungsi untuk melembapkan kulit bayi dan dapat mencegah terjadinya kulit kering dan iritasi. Anda juga dapat memilih kandungan sejenis seperti mengandungkan vitamin c dan terbuat dari bahan alami seperti minyak zaitun, lidah buaya dan sejenisnya.

Ketelitian dan kecermatan dalam memilih produk pembersih bayi akan membantu mencegah terjadinya masalah kulit. Tidak hanya pada sabun bayi tetapi juga pada produk lainnya seperti sampo, bedan, dan juga lotion untuk bayi Anda. Jangan abaikan jika bayi mulai mengalami ruam atau pun bintik-bintik merah pada kulitnya yang bisa saja akibat dari pemakaian produk tersebut.